---WELCOME TO MY BLOG---^_^

Rabu, 31 Oktober 2012

PROSES BISNIS (BUSINEES PROCESS).


Hai Bloggers… ^_^


Dalam blog ini saya akan menuliskan refeksi yang telah dipelajari dalam ‘’PROSES BISNIS (BUSINEES PROCESS)’’.

Sebelum saya membahas secara lebih detai sebaiknya, kita mengetahui apa itu sich ‘’Proses Bisnis ?

hmm… menurut pendapatku sich ‘’Proses Bisnis’’adalah aktivitas yang dikerjakan secara bertahap atau berurutan dan saling berhubungan satu dengan lainnya untuk menghasilkan input dan output dalam mencapai tujuan dari suatu organisasi.

Selanjutnya, Dosen saya memberikan tugas kelompok dimana kami diminta untuk menganalisis sistem informasi, menentukan jenis usaha, judul project, owner dan developer. Setelah berembuk mengenai jenis usaha, judul proyek akhirnya kelompok saya membuat Pabrik Makanan Ikan Kaleng.  Namun awalnya, kelompok kami masih bingung membedakan yang mana sistem dan bukan sistem tetapi setelah mendapatkan pengarahan dari Dosen kami pun dapat mengerti dengan baik.

Pelajaran yang dapat saya pahami dari project ini adalah seorang owner harus berperan aktif bersama developer. Pada developer dapat memberikan saran kepada owner agar dapat mencapai kepuasan dari konsumen.

Setelah itu, tugas kelompok lagi yaitu membuat proses bisnis di sebuah perusahaan rental mobil. Kemudian, menentukan pemimpin dan beberapa divisi-divisi yang terdapat di perusahaan tersebut. Nah ini adalah hasil dari kelompok saya, yaitu :

v    Pimpinan bertugas untuk mengontrol seluruh aktivitas yang dilakukan divisi-divisi.
v    Administrasi bertugas untuk menerima data pelanggan, mencetak struk pemesanan, dan membuat laporan pemasukan.
v    Kasir bertugas untuk menginput struk pembayaran dan mengeluarkan output berupa tanda pelunasan.
v    Service bertugas untuk menerima kartu peminjaman, memberikan kunci, membuat keterangan mobil keluar dan mengecek keadaan mobil.

Pada minggu berikutnya, seperti biasa kami melakukan pameran di kelas. Dosen mengacak 1 nomor anggota kelompok yang akan menjadi penjaga stand, sedangkan sisanya bertugas mendatangi kelompok lain, memberikan saran dan mencatat hal penting yang berguna.

Dari hasil pameran ini ternyata ada kekurangan yang terdapat di kelompok saya, yaitu :
 
kami hanya membuat 3 divisi sebaiknya, proses yang terjadi pada setiap   divisi harus lebih detail seperti bagian customer, aktivitas penyewaan (keterlambatan  / denda), aktivitas penyewaan supir, aktivitas penambahan unit.      
 
   Dari 2 tugas kali ini membuat saya mulai mengerti akan ‘’Proses Bisnis itu sendirinya.  Jadi, kesimpulan yang dapat saya tangkap dari materi ini, yaitu suatu perusahaan harus membutuhkan karyawan, sehingga dapat saling bekerja sama dan membuat perkembangan perusahaan tersebut semakin maju dan dapat menjadi contoh atau teladan bagi perusahaan lainnya.

Yang ingin saya ketahui lebih lanjut adalah bagaimana proses terbentuknya divisi perusahaan rental mobil tersebut apabila dihubungkan dalam bentuk Flow Chart ! …

Terima kasih, karena Anda telah ingin membaca blog saya. Sekian dulu, materi tentang Proses Bisnis (Businees Process) dari saya semoga dapat bermanfaat.
 
Tunggu materi selanjutnya, minggu depan yang lebih seru lagi loh...^-^.


Senin, 22 Oktober 2012

MODEL - MODEL PROCESS PENGEMBANGAN SOFTWARE.



Hai Guys... ^_^

Dalam blog ini, saya akan sedikit membahas tentang ‘’MODEL PROCESS PENGEMBANGAN SOFTWARE’’, terdiri atas :

ì Linear Sequential Model / Waterfall Model
ì Prototyping Model
ì Incremental Model
ì Rapid Application Development Model
ì Spiral Model

Untuk lebih detail, mari kita lihat penjelasan di bawah ini :

ì Linear Sequential Model / Waterfall Model
 


Waterfall Model, yaitu model pengembangan klasik yang dikerjakan secara bertahap atau berurutan dan paling banyak dipakai di dalam Software Engineering (SE). Jika terjadi kesalahan di salah satu prosesnya, maka akan diulang dari awal dan dikerjakan secara berurutan.


Langkah – Langkah Waterfall Model, yaitu :

1.      Requirements Analysis and Definition
Mengumpulkan kebutuhan secara lengkap kemudian kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Fase ini harus dikerjakan secara lengkap untuk bisa menghasilkan desain yang lengkap.

2.      System and Software Design
Desain dikerjakan setelah kebutuhan selesai dikumpulkan secara lengkap.

3.      Implementation and Unit Testing
Desain program diterjemahkan ke dalam kode-kode dengan menggunakan bahasa pemrograman yang sudah ditentukan. Program yang dibangun langsung diuji baik secara unit.
4.      Integration and System Testing
Penyatuan unit-unit program kemudian diuji secara keseluruhan (system testing).
5.      Operation and Maintenance
Mengoperasikan program dilingkungannya dan melakukan pemeliharaan, seperti penyesuaian atau perubahan karena adaptasi dengan situasi sebenarnya. Kekurangan utama dari model ini adalah kesulitan dalam mengakomodasikan perubahan setelah proses dijalani. Fase sebelumnya, harus lengkap dan selesai sebelum mengerjakan fase berikutnya.
Kelebihan Waterfall Model, yaitu :
a.     Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
b.      Cocok untuk system software berskala besar.
c.       Cocok untuk system software yang bersifat generic.
d.     Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
Kekurangan Waterfall Model, yaitu :
Ø    Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
Ø    Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
Ø    Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada      suatu tahapan pengembangan.


ì Prototyping Model


Prototyping Model adalah proses yg bisa dilaksanakan secara berulang dengan tujuan menghindarkan proses persetujuan formal secara periodik yg diperlukan pada pendekatan pengembangan sistem secara tradisional dan digunakan untuk membantu pengembang dalam membentuk model dari perangkat lunak yang harus dibuat.

Langkah – Langkah Prototyping Model, adalah :

®  Pengumpulan Kebutuhan.
®  Membangun Prototyping.
®  Evaluasi Protoptyping.
®  Mengkodekan Sistem.
®  Menguji Sistem.
®  Evaluasi Sistem.
®  Menggunakan Sistem.

Keunggulan Prototyping Model, adalah :

a.         Sudah terstruktur
b.        Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
c.         Lebih menghemat waktu
d.        Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
e.         Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem

Kelemahan Prototyping Model, adalah :

v  Proses analisis dan perancangan terlalu singkat. 
v  Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah. 
v  Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan. 
v  Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah. 

ì Incremental Model



Incremental Model, yaitu menggabungkan elemen-elemen model sekuensial linier (diimplementasikan secara berulang) dengan filosofi prototype interatif. Model ini memakai urutan-urutan linier di dalam model yang membingungkan, seiring dengan laju waktu kalender. Setiap urutan linier menghasilkan pertambahan perangkat lunak yang kemudian dapat disampaikan kepada pengguna.

Tahapan – Tahapan Incremental Model, yaitu :

1.         Requirement adalah proses tahapan awal yang dilakukan pada incremental model adalah penentuan kebutuhan atau analisis kebutuhan.
2.         Specification adalah proses spesifikasi dimana menggunakan analisis kebutuhan sebagai acuannya.
3.         Architecture Design adalah tahap selanjutnya, perancangan software yang terbuka agar dapat diterapkan sistem pembangunan per-bagian pada tahapan selanjutnya.
4.         Code setelah melakukan proses desain selanjutnya ada pengkodean.
5.         Test merupakan tahap pengujian dalam model ini.

Kelebihan Incremental Model, yaitu :

§     Merupakan model dengan manajemen yang sederhana.
§     Bersifat interatif atau perulangan.
§     Mampu mengakomodasi perubahan secara fleksibel.
§     Prioritas tinggi pada pelayanan system adalah yang paling diuji.
§     Produk yang dihasilkan semakin lama semakin lengkap, hingga versi akhir dari sebuah produk akan dianggap paling lengkap dan sempurna karena mengalami perbaikan yang berkesinambungan.
§     Model ini cocok jika jumlah anggota tim pengembangan /pembangunan software terbatas.
§     Pelanggan dapat memakai inkremen yang pertama sebagai bentuk prototype dan mendapatkan pengalaman yang dapat menginformasikan persyaratan untuk inkremen system berikutnya.
§     Resiko untuk kegagalan proyek secara keseluruhan lebih rendah. Walaupun masalah dapat ditemukan pada beberapa incremen, bias saja beberapa inkremen diserahkan dengan sukses kepada pelanggan.

Kekurangan Incremental Model, yaitu :

a.         Incremental harus relative lebih kecil (tidak lebih dari 20.000 baris kode) dan setiap inkremen harus menyediakan sebagian dari fungsional system.
b.        Adanya kesulitan untuk memetakan persyaratan pelanggan pada incremen dengan ukuran yang benar.
c.         Butuh waktu yang relatif lebih lama untuk menghasilkan produk yang lengkap.



ì Rapid Application Development Model


      Rapid Application Development (RAD) adalah model proses incremental software yang berkecepatan tinggi dari waterfall model dan memiliki tim kerja untuk menjalankan pekerjaannya masing – masing.

Langkah – Langkah Rapid Application Development (RAD) adalah :
ª      Bussiness Modelling, digunakan untuk mencari informasi apa yang mengendalikan proses bisnis? informasi apa yang dimunculkan? Di mana informasi digunakan ? Siapa yang memproses ?.
ª      Data Modelling, digunakan untuk menjelaskan objek data yang dibutuhkan dalam proyek.
ª      Process Modelling, digunakan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan pada implementasi fungsi bisnis.
ª      Aplication Generation. RAD memakai komponen program yang telah ada atau menciptakan komponen yang bisa dipakai lagi
ª      Testing and Turnover. Karena menggunakan komponen yang telah ada, maka mengurangi waktu pengujian. Tetapi, komponen baru harus diuji dan interface secara penuh.
Keunggulan Rapid Application Development (RAD) adalah :
a.         Waktu pengerjaannya yang terbilang singkat yaitu kira-kira 60-90 hari.
b.        RAD dalam prosesnya dapat menggunakan kembali komponen software maupun program yang sudah ada sebelumnya sehingga menghemat waktu dan lebih mudah.

Kelemahan  Rapid Application Development (RAD) adalah :
§        Membutuhkan sumber daya manusia yang besar, untuk membentuk tim-tim.
§        Developers dan customers dituntut harus commit pada kecepatan aktivitas kerja untuk menyelesaikan sistem sesuai dengan frame time, jika tidak maka project RAD akan gagal.
§        Jika sistem tidak dapat dimodulkan dengan benar, maka dalam pembangunan komponen dari RAD akan bermasalah.
§        Jika performance hanya berfokus pada perbaikan interface dari komponen sistem, maka pendekatan RAD mungkin tidak bekerja.
§        Jika resiko terlalu tinggi maka model RAD bukanlah model yang tepat untuk digunakan.

REFERENSI : http://lindroidspica.blogspot.com/2011/09/metode-dan-model-proses-rekayasa.html


ì Spiral Model


Spiral Model adalah satu bentuk evolusi yang menggunakan metode iterasi natural yang dimiliki oleh model prototyping dan digabungkan dengan aspek sistimatis yang dikembangkan dengan model waterfall. Setiap lintasan pada gambar spiral menambahkan kemampuan fungsional pada sistem.

Tahapan – Tahapan Spiral Model, adalah :
    Customer Communication (Komunikasi Pelanggan), adalah tugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif diantara developer dan pelanggan.
    Planning (Perencanaan), adalah tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yang berhubungan.
    Risk Analysis (Analisa Resiko), adalah yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko-resiko yang mungkin akn dihadapi, baik dari segi manajemen maupun teknis.
    Engineering (Perekayasaan), adalah yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut.
    Construction and Release (Konstruksi dan Peluncuran), adalah tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang (instalasi) dan memberikan pelayanan kepada pemakai, contohnya pelatihan dan dokumentasi.
    Customer Evaluation (Evaluasi Pelanggan), adalah tugas-tugas yang dibutuhkan untuk memperoleh umpan balik dari pelanggan dengan didasarkan pada evaluasi representasi software, yang dibuat selama masa perekayasaan, dan diimplementasikan selama masa pemasangan.

Sektor – Sektor Spiral Model adalah :

1.      Mengidentifikasi tujuan, alternatif, dan kendala setiap tahap secara spesifik.
2.      Mengevaluasi alternatif, menilai resiko dan pengurangannya, aktifitas ditempatkan untuk mengurangi resiko kunci.
3.      Pengembangan dan validasi.
4.      Proyek ditinjau ulang dan tahap spiral berikutnya direncanakan.

Kelebihan Spiral Model, adalah :

÷    Model ini sangat baik digunakan untuk sistem dan software yang besar.
÷    Menekankan pada pencarian okumative, dan pemaksaan penggunaan kembali software yang telah ada.
÷    Adanya analisa resiko pada mekanisme untuk memperkecil resiko.
÷    Adanya prototyping sehingga memudahkan komunikasi dengan konsumen.

Kelemahan Spiral Model, adalah :

ø    Memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan software.
ø     Sistem pengendalian yang kurang baik.
ø     Biasanya pihak developer dan perusahaan berada pada satu pihak yang sama sehingga pada tahap analisa resiko, mereka bisa sewaktu-waktu dapat membatalkan proses rekayasa Jika pihak developer adalah pihak di luar perusahaan, maka akan timbul masalah komunikasi.

REFERENSI : http://gamzsta.wordpress.com/tag/model-spiral/

Terima kasih, karena Anda telah ingin membaca blog saya. Sekian dulu, materi tentang ''Model - Model Process Pengembangan Software'' dari saya semoga dapat bermanfaat.

Tunggu materi selanjutnya minggu depan yang lebih seru lagi ya...^-^.